Minimnya Inisiatif Dan Kurangnya Jumlah Tempat Sampah

By on Maret 15, 2017 - Artikel ini telah dilihat : 437 kali.

KABARSIANTAR.COM — Pasar horas adalah inti pasar dari pusat transaksi jual dan beli di kota Pematangsiantar dan daerah sekitarnya, hingar bingar riuh pedagang melengkapi karakteristik pasar. Dimana sejauh yang kita rasakan pasar menjadi salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur di mana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.

Masalah pasar tak luput dari berbagai macam masalah, terlebih adalah masalah sampah. Sampah / tumpukan sampah pasar sejatinya sedikit berbeda dengan sampah rumah tangga atau perumahan. Sampah pasar bila di komposisikan dominan pada sampah organik, sampah-sampah plastik jumlahnya lebih sedikit daripada sampah dari perumahan. Sama halnya dengan sampah pada umumnya, sampah pasar apabila tidak dilakukan penanganan yang baik dapat menimbulkan pengaruh terhadap kesehatan maupun pengaruh pada lingkungan, bila sampah yang sampai mengeluarkan bau dari sampah yg membusuk.

Berbagai kendala penanganan sampah tersebut selalu muncul kepermukaan dan menjadi masalah yang biasa bagi setiap kota di setiap daerah di negeri ini. Hal ini karena sampah sangat terkait dengan jumlah penduduk dan aktivitas yang dihasilkan oleh masyarakat pasar itu sendiri. Makin besar jumlah masyarakat pasar tentunya aktivitas yang dihasilkan juga makin beragam sehingga timbulan sampah yang dihasilkan juga makin besar dan bervariasi.

Pasar Horas, Pematangsiantar , Senin (14/03) terdapat tumpukan sampah membeludak di beberapa sudut dan tak jarang juga di dapati di tangga penyebrangan di dekat area parkir gedung 4 pasar horas. Keberadaan sampah yang tidak pada tempatnya sangatlah mengganggu, bahkan beberapa pejalan kaki beralih jalur untuk menghindari keberadaan sampah. Karakteristik juga sifat sampahnya juga berbeda, dimana sampah banyak terdapat busukan perut ikan dan ayam. Menurut beberapa orang pedagang sampah itu sangat mengganggu baik untuk mengguna jalan maupun kenyamanan pedagang.

Variasi pendapat dari beberapa pedagang mengundang tanya, siapa yang harus di salahkan. Ada yang mengatakan petugas kebersihan pasar tidak mendapat gaji selama beberpa bulan. Kurangnya inisiatif pedagang, dan ada pula yang mengatakan minimnya jumlah tempat pembuangan samapah di pasar Horas ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *