SOSIALISASI LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DALAM “LPS MENGAJAR”

By on Februari 5, 2017 - Artikel ini telah dilihat : 586 kali.

KABARSIANTAR.COM — Dalam rangka sosialisasi memperluas jaringan pengetahuan, Lembaga Pengawas Simpanan (LPS) dalam program ” Sosialisasi Lembaga Pengawas Simpanan Mengajar ” atau LPS mengajar. Sejatinya LPS hadir sebagai otoritas penjamin simpanan nasabah guna mengantisipasi terjadinya likuidasi. Yang kita ketahui proses likuidasi adalah tindakan penyelesaian seluruh aset dan kewajiban bank yang dicabut izin usahanya. Penyelesaian kewajiban bank diatur dalam ketentuan Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 tahun 2004 tentang Lemabaga Penjamin Simpanan sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 2009 menyatakan bahwa pembayaran kewajiban bank kepada para kreditur dari hasil pencairan atau penagihan.

Likuidasi perbankan di Indonesia yang pernah terjadi di dunia perbankan Indonesia di tahun 1997-1998 menoreh rasa ragu untuk menyimpan uang di bank dan banyak yang berasumsi menyimpan uang di tabungan rumah dengan resiko yang besar dan tanpa jaminan.

Sekolah SMA Bintang Timur 1 Balige tempat diakannya sosialisasi LPS atau LPS mengajar

Sekolah SMA Bintang Timur 1 Balige jumat (3/2) mendapat kesempatan program LPS mengajar. Kesempatan ini tidak dilewatkan bagi para pelajar SMA Bintang Timur 1 Balige begitu juga dengan beberapa guru yang ikut menghadiri. Antusias pelajar sangat tajam untuk mengetahui program LPS dan masalah perbankan Indonesia. Tanya jawab, berbagi bingkisan, door prize bagi siswa yang memberikan pertanyaan seputar program LPS. LPS juga memberikan biaya pendidikan dan buku tabungan untuk siswa-siswi berprestasi.

LPS mengajar yang di hadiri oleh bapak Nelson Tampubolon selaku angota dewan komisioner LPS menjelaskan peranan LPS sebagai penjamin simpanan nasabah , beliau juga di dampingi oleh bapak Ferdinan Purba dan Bapak Fr. Theodorus D. Hera, Spd. CMM selaku kepala sekolah SMA Bintang Timur 1 Balige.

Kehadiran Nelson Tampubolon (kanan) didampingi kepala sekolah SMA abintang timur Fr. Theodorus D. Hera, Spd. CMM (tengah) dan Ferdinan Purba beserta rombongan.

Kehadiran bapak Nelson Tampubolon dan rombongan di sambut dengan tarian daerah yang salah satunya adalah tarian Pusuk Buhit dari para siswa.
Penerapan program LPS lugas di jabarkan oleh Ferdinan Purba selaku direktur eksekutif klaim LPS. Beliau memngembangkan mulai dari kriteria simpanan layak bayar 3T hingga mekanisme resolusi bank, progress resolusi bank, sampai bank yang di likuidasi.

Pertunjukan tarian dari pelajar sebagai bentuk penyambutan pembukaan acara.

Penerapan struktur program LPS oleh Ferdinan Purba

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *